2008-09-02

STRAWBERRY..? KENAPA YA ?







Bentuknya mungil dan berwarna merah bak lipstick bibir. Membayangkan itu memang saying bila buah mungil ini dimakan. Bahkan cukup imut bila jadi pajangan saja. Namun siapa sangka ternyata dibalik bentuknya yang lucu itu, strawberry bermanfaat bagi kesehatan. Ia bisa untuk penyembuh jerawat, mencegah penyakit jantung, otak dan kanker.
Buah mungil berwarna merah ini tak hanya cocok dimakan bersama ice cream, yoghurt atau dijadikan hiasan kue. Di luar negeri, tepatnya di AS, sebagian besar rumah tangga menkonsumsi strawberry segar sebagai camilan atau salad. Tak sedikit juga anak-anak menjadikannya sebagai buah favorit. Bahkan menurut sebuah penelitian, kalori dalam buah ini sangat kecil.
Strawberry dapat memenuhi 1,5 kebutuhan vitamin C harian dalam tubuh. Dapat dikatakan kalo vitamin C strawberry lebih banyak dibandingkan dengan 1 buah jeruk. Strawberry kaya akan vitamin C dan tingkat keasaman vitamin C nya aman untuk lambung. Sebanyak 8 buah strawberry atau 1 gelas potongan strawberry hanya mengandung 50 kalori dan tidak mengandung kolesterol atau asam lemak jenuh. Tak heran jika strawberry dijadikan camilan ataupun pelengkap makanan yang sehat.
Banyak manfaat yang dimiliki buah strawberry. Menkonsumsi strawberry secara rutin berpotensi bagus untuk kesehatan, baik dalam keadaan segar ataupun olahan. Sebab kandungan yang terdapat didalamnya sebagian besar diperlukan oleh tubuh.

Kenali Manfaatnya.
Sifat antioksidan dalam strawberry dapat mencegah atau meminimalisir serangan berbagai penyakit. Kebenaran buah berbentuk kecil ini didukung pula oleh sebuah penelitian bidang agriculture di AS. Adapun manfaat yang terkandung dalam buah strawberry antara lain :

Mengatasi Jerawat
Strawberry bisa dijadikan obat jerawat alami. Hampir semua obat jerawat yang dijual dipasaran mengandung asam salisilat yang banyak dikandung strawberry. Untuk itulah penggunaan masker strawberry sangat bermanfaat. Caranya haluskan strawberry, campur dengan sedikit yoghurt dan oleskan di wajah. Diamkan kurang lebih 15 menit.

Mencegah cacat pada janin
Kandungan asam folat dalam strawberry bermanfaat bagi tubuh, terlebih bagi ibu hamil, yaitu untuk mencegah cacat syaraf pada janin.

Mencegah Stroke
Selain kandungan vitamin C, potassium dan serat yang sudah diketahui bermanfaat bagi kesehatan jantung dan otak, strawberry juga mengandung senyawa fitokimia. Artinya terdapat senyawa-senyawa yang diketahui untuk mencegah penggumpalan darah yang merupakan salah satu penyebab serangan jantung atau stroke.

Menurunkan resiko penyakit kanker
Menkomsumsi strawberry setiap hari bisa menurunkan resiko berbagai jenis kanker. Diantaranya kanker leher rahim, payudara, dan tenggorokan. Artinya terdapat antioksidan yang merupakan senyawa yang bisa melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oleh bahan-bahan penimbul kanker. Caranya dengan mencegah atau mengganggu proses yang dapat mengarah ke pembentukan sel-sel kanker. Zat-zat tertentu dalam strawberry maupun strawberrynya sendiri ternyata punya sifat anti kanker.

Alternative untuk memutihkan gigi
Strawberry juga berguna untuk memutihkan gigi. Daripada menggunakan bahan kimia sebagai bahan pemutih, lebih baik anda mengunyah strawberry setiap hari. Selain gigi jadi putih, bau mulutpun akan hilang.

Spa tubuh
Kandungan strawberry juga bermanfaat untuk menghaluskan kulit tubuh, karena mampu mengangkat sel-sel kulit mati. Caranya dengan berendam dalam potongan buah strawberry dicampur susu dan minyak zaitun. Kemudian gosok seluruh badan. Jika rutin dilakukan kulit akan jadi lebih halus, tidak kusam, dan tumit kaki tidak akan pecah-pecah.

Kesehatan mata
Strawberry berkhasiat meningkatkan kekuatan otak dan menjaga penglihatan tetap jernih. Manfaat itu bisa didapat jika anda secara rutin menkonsumsi strawberry, paling tidak 1 – 3 cangkir setiap hari.

2008-09-01

TIDUR NGOROK JUGA PERTANDA STROKE..?






Bila Anda termasuk orang yang sering tidur dengan suara dengkuran atau ngorok sebaiknya waspada. Bukan tidak mungkin, kebiasaan itu menjadi pertanda bahwa Anda berisiko tinggi mengidap jantung dan stroke.

Mendengkur atau mengeluarkan suara getar saat tidur lelap memang sejak lama dicurigai para ahli berkaitan dengan gangguan kesehatan. Kini, indikasi tersebut diperkuat oleh hasil sebuah riset di Hongaria yang mengaitkan kebiasaan mendengkur dengan penyakit jantung dan stroke

Riet yang melibatkan lebih dari 12 ribu pasien dan dipublikasikan dalam Journal Sleep itu menyimpulkan bahwa pendengkur berat memiliki kecenderungan yang signifikan mengalami serangan jantung atau stroke dibanding mereka yang tak mendengkur.

Temuan ini menurut peneliti semakin memperkuat teori sebelumnya tentang hubungaan antara mendengkur dengan penyakit kardiovaskuler. Mendengkur sebenarnya gejala yang dapat dialami siapa saja pada berbagai tahap usia. Namun kebiasaan ini tercatat lebih banyak ditemukan pada sekitar 40 persen pria dewas adan 24 persen wanita dewasa.

Suara mendengkur adalah akibat terhalangnya aliran udara yang melalui saluran yang terletak di bagian belakang rongga mulut dan hidung. Pada saat otot di langit-langit dan uvula (bagian dari langit-langit yang membentang dari bagian atas hingga pangkal lidah) dalam keadaan rileks , mereka dapat bergetar yang menghasilkan suara yang saat pendengkur bernafas.

Selama bertahun-tahun , para ahli selalu mewaspadai akan adanya korelasi kuat antara mendengkur dengan berbagai jenis penyakit pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti jantung atau stroke.

Riset yang dilakukan para ahli Hongaria ini memberi bukti yang memperkuat dugaan ini. Dalam risetnya, para ahli mewawancarai sekitar 12 ribu orang pasien untuk mengumpulkan data seputar kebiasaan mendengkur. Setelah dianalisa, terungkap bahwa ´pendengkur berat´ memiliki kecenderungan 34 persen lebih besar mengalami serangan jantung dan 67 persen risiko lebih besar mengalami stroke.

Peneliti mengatakan, kasus mendengkur dengan suara keras disertai nafas yang terhenti dapat digunakan untuk mengidentikasi risiko seseorang akan penyakit jantung dan stroke. Data menunjukkan bahwa pasien yang dengkurannya tidak nyaring justru tidak mengalami peningkatan risiko. Kabar baiknya lagi, khususnya bagi pria, kecenderungan untuk mendengkur juga menurun setelah mereka melewati usia 70 tahun.

APAKAH GINKGOBILOBA PEMICU STROKE..?

Mengonsumsi suplemen herbal ginkgo biloba ternyata tidak sepenuhnya aman bagi kesehatan. Sebuah riset terbaru yang dipublikasikan Rabu (27/2) mengindikasikan bahwa konsumsi jenis herbal ini kemungkinan berimplikasi negatif yakni memicu risiko terjadinya stroke.

Selain mengindikasikan adanya dampak negatif, riset yang dipublikasikan jurnal Neurology Online itu juga melaporkan manfaat positif dari ginkgo, yakni mampu menunda terjadi penurunan kemampuan kognitif pada orang lanjut usia.

Di kalangan medis, ekstrak herbal ginkgo biloba sudah dikenal sejak lama merupakan ramuan yang mampu meningkatkan daya ingat dan fungsi mental lainnya, terutama pada penderita demensia atau kepikunan. Herbal ini biasanya dipasarkan dalam bentuk suplemen yang dapat diminum setiap hari.

Salah satu masalah kesehatan yang paling mendesak yang dihadapi masyarakat kami adalah meningkatnya jumlah pasien - yang karena kesendiriannya - berada pada risiko tinggi mengidap demensia. Potensi untuk menunda atau mencegah gangguan ini adalah hal yang sangat penting,¨ ungkap pimpinan peneliti Dr. Hiroko H Dodge, dari Universitas Negeri Oregon di Corvalis.

Hiroko Dodge beserta timnya menggelar riset melibatkan 118 orang berusia 85 tahun ke atas yang tidak mengalami masalah ingatan. Setengah dari partisipan ini diberi ekstrak herbal ginkgo dlam bentuk pil tiga kali sehari dan setengah lainnya meminum pil plasebo.

Selama penelitian, tercatat 21 partisipan mengalami masalah daya ingat dengan tingkat ringan. Ke-21 orang ini 14 di antaranya yang mengonsumsi plasebo dan 7 yang mengonsumsi ekstrak ginkgo. Meskipun ada kecenderungan bahwa manfaat ginkgo dirasakan para partisipan, namun perbedaan dari mereka yang mengonsumsi ginkgo atau plasebo secara statistik perbedaannya tidak terlalu signifikan.

Namun ketika peneliti memperhitungkan apakah partisipan mengikuti petunjuk cara mengonsumsi pil, terungkap bahwa mereka yang benar-benar mematuhi petunjuk tercatat 68 persen berisiko lebih rendah mengalami gangguan ingatan ringan dibandingkan mereka yang mengonsumsi plasebo.

Hasil riset ini memang harus diklarifikasi lagi dengan studi yang lebih besar, namun temuan ini menarik sebab ginkgo sudah digunakan secara luas, mudah didapatkan dan harganya murah,¨ ungkap Dodge.

Risiko stroke
Satu hal yang menjadi catatan penting, kata peneliti, dari riset ini juga ada indikasi peningkatan risiko stroke di antara kelompok yang mengonsumsi ginkgo. Kejadian stroke terjadi pada tujuh partisipan yang meminum pil ginkgo, sedangkan di kelompok plasebo tidak ada partisipan mengalami stroke.

Gingkgo pernah dilaporkan dapat menyebabkan komplikasi yang berkaitan dengan pendarahan. Namun stroke pada kasus ini terjadi akibat pembekuan darah, bukannya pendarahan yang parah, dan secara umum tidaklah parah,¨ catat Dodge.

Penelitian lanjutan sangat diperlukan untuk menentukan apakah ginkgo memiliki manfaat dalam mencegah penurunan fungsi kognitif berikut keamanannya bagi kesehatan,¨ tandas Dodge.

GAYA HIDUP SEHAT HINDARI STROKE

STROKE adalah salah satu penyakit yang mengintai dan bisa membunuh seseorang kapan saja. Di Indonesia misalnya, diperkirakan setiap tahunnya ada sekitar 500 ribu penduduk terkena serangan stroke dan masih merupakan pembunuh utama (first killer) di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit .

Stroke adalah serangan otak yang timbulnya mendadak akibat tersumbat atau pecahnya pembuluh darah otak. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh beragam faktor mulai dari yang sifatnya bisa dikendalikan hingga yang sifatnya tidak dapat dikendalikan.

Untuk mencegah terjadinya stroke, para ahli melalui hasil riset terbarunya merekomendasikan beberapa kebiasaan atau gaya hidup sehat yang harus dijalani secara disiplin. Dengan menerapkan kebiasaan gaya hidup ini, risiko Anda mengalami stroke dapat menurun drastis hingga 80 persen.

Rekomendasi yang diberikan ini adalah hasil dari suatu riset kesehatan yang dilakukan ilmuwan Harvard School of Public Health terhadap 43.685 pria dan 71.243 wanita. Rata-rata usia partisipan pada saat riset dimulai yakni 54 tahun pada pria dan 50 tahun pada wanita.

Ketika riset ini berjalan, tak seorangpun partisipan yang mengalami penyakit kardiovaskular atau pun kanker. Setiap partisipan selalu didata mengenai kebiasaan atau gaya hidup serta kondisi medisnya sejak 1986 hingga 2002. Selama penelitian bergulit, tercatat 1.559 kasus stroke terjadi pada wanita dan 994 stroke terjadi pada pria.

Dari hasil riset yang dimuat jurnal Circulation ini, para peneliti mendefinisikan beberapa kebiasaan yang menekan risiko stroke sebagai berikut:

1. Hindari dan hentikan kebiasaan merokok. Kebiasaan ini dapat menyebabkan atherosclerosis (pengerasan dinding pembuluh darah) dan membuat darah Anda menjadi mudah menggumpal.

2. Periksakan tensi darah secara rutin. Tekanan darah yang tinggi bisa membuat pembuluh darah Anda mengalami tekanan ekstra. Walaupun tidak menunjukkan gejala, ceklah tensi darah secara teratur.

3. Kendalikan penyakit jantung. Kalau Anda memiliki gejala atau gangguan jantung seperti detak yang tidak teratur atau kadar kolesterol tinggi, berhati-hatilah karena hal itu akan meningkatkan risiko terjadinya stroke. Mintalah saran dokter untuk langkah terbaik.

4. Atasi dan kendalikan stres dan depresi. Stres dan depresi dapat menggangu bahkan menimbulkan korban fisik. Jika tidak teratasi, dua hal ini pun dapat menimbulkan problem jangka panjang.

5. Makanlah dengan sehat. Anda mungkin sudah mendengarnya ribuan kali, namun penting artinya bila Anda disiplin memakan sedikitnya lima porsi buah dan sayuran setiap hari. Hindari makan daging merah terlalu banyak karena lemak jenuhnya bisa membuat pembuluh darah mengeras. Konsumsi makanan berserat dapat mengendalikan lemak dalam darah.

6. Kurangi garam. Karena garam akan mengikatkan tekanan darah.

7. Pantau berat badan Anda. Memiliki badan gemuk atau obes akan meningkatkan risiko Anda mengalami tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan diabetes, dan semuanya dapat memicu terjadinya stroke.

8. Berolahraga dan aktif. Melakukan aktivitas fisik secara teratur membantu Anda menurunkan tensi darah dan menciptakan keseimbangan lemak yang sehat dalam darah.

9. Kurangi alkohol. Meminum alkohol dapat menaikkan tensi darah, oleh karena itu menguranginya berarti menghindarkan Anda dari tekanan darah tinggi.

10. Up date pengetahuan Anda. Dengan mengikuti perkembangan informasi tentang kesehatan, banyak hal penting yang diperoleh guna menghindari kemungkinan atau menekan risiko stroke. Berhati-hatilah, beragam hormon termasuk pil dan terapi penggantian hormon HRT diduga dapat membuat darah menjadi kental dan cendrung mudah menggumpal.

PERTOLONGAN PERTAMA PADA STROKE

Stroke disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di otak. Darah yang keluar
akan menekan jaringan otak di sekitarnya sehingga jaringan tersebut
terganggu fungsinya. Pecahnya pembuluh darah ini juga menyebabkan bagian
otak yang seharusnya disupply oleh pembuluh darah tersebut menderita
kekurangan darah (yang disebut ischemia). Kedua hal tersebut akan
menyebabkan terganggunya fungsi jaringan otak tersebut yang terlihat dari
adanya kelumpuhan dan penurunan kesadaran. kelumpuhan ini berupa wajah yang
mencong, dan atau kaki serta tangan yang tak dapat digerakkan (pasien
mendadak terjatuh dan lumpuh), dan penurunan kesadaran terlihat dari
pingsan dan mengoroknya penderita.

Kalau yang pecah pembuluh darah yang cukup besar, maka tindakan apapun yang
dilakukan oleh orang yang bukan dokter tidak akan dapat menghentikan
perdarahan tersebut. Bila penderita dibawa ke rumah sakit, kemungkinan
dokter spesialis bedah saraf dapat melakukan operasi untuk mengeluarkan
darah yang menumpuk di otak, karena ada beberapa keadaan yang menyebabkan
operasi tidak dapat dilakukan.

Bila perdarahannya sedikit atau pembuluh darah yang pecah kecil, atau
lokasi perdarahannya didaerah yang tidak dapat dioperasi, maka yang dapat
dilalukan adalah menunggu perdarahannya berhenti sendiri. Bila
perdarahannya tidak berhenti sendiri, dan tetap tidak dapat dilakukan
operasi, maka penderita dapat meninggal.

Pengeluaran darah dari bagian tubuh lain TIDAK AKAN menolong penderita.
dan tidak akan berpengaruh terhadap perjalanan penyakit pada penderita stroke
Penusukan jari dan daun telinga dengan alat yang tidak steril dapat
menyebabkan infeksi dan mungkin tetanus, apalagi penderita stroke umumnya
juga menderita kencing manis (yang berarti bahwa mereka mudah terinfeksi).
Prosedur-prosedur medis yang ada saat ini TIDAK dapat MENJAMIN bahwa pasien
akan 100% tertolong, sehingga kalau ada yang mengklaim dapat menolong 100%
adalah bohong belaka
Akan tetapi orang awam masih dapat menolong penderita supaya tidak segera
meninggal di tempat. Caranya adalah dengan menjaga agar penderita dapat
bernafas dengan baik dan tidak tersedak.

Letakkan penderita pada posisi terlentang, dan segera miringkan pada salah
satu sisinya. Kaki yang berada di bawah diluruskan dan kaki yang berada di
atas ditekuk pada sendi panggul dan sendi lutut (untuk mengganjal agar
penderita tidak tertelungkup). Lengan yang berada di bawah digunakan
sebagai "bantal" untuk kepala dan lengan yang berada diatas letakkan di
depan dada penderita. Kepala berada dibuat agak sedikit mendongak (ekstensi).

Selanjutnya lihat mulut penderita. Bila ada gigi palsu atau makanan, segera
keluarkan dengan jari kita. Jangan memberikan makanan atau minuman kepada
pasien, karena ini dapat menyebabkan pasien tersedak. Setelah penderita
berada dalam posisi yang baik, lepaskan ikat pinggang dan bagian baju lain
yang ketat. Setelah itu, JANGAN lakukan hal lain pada penderita. Pada
posisi diatas (posisi penderita dengan kesadaran menurun), maka pernapasan
dapat dijamin, dan bila pasien muntah akan segera dikeluarkan melalui
mulut. Bila pasien muntah dalam posisi tidur terlentang atau duduk, maka
muntahannya kan segera masuk ke paru-paru yang mengakibatkan pasien segera
meninggal.

Selanjutnya, carilah ambulans untuk membawa penderita ke rumah sakit. Bila
tidak ada ambulans, dapat digunakan kendaraan lain dengan syarat kendaraan
tersebut cukup besar sehingga penderita bisa tetap berada di posisi tidur
miring seperti yang dijelaskan diatas. Membawa penderita dalam posisi tidur
terlentang atau duduk/setengah duduk dapat menyebabkan kematian penderita
Semoga berguna untuk menolong sesama kita,

REHABILITASI PENDERITA STROKE








Rehabilitasi Stroke, Pencegahan Terjadinya Stroke Ulangan dan Peran Keluarga

Kebanyakan stroke terjadi pada saat darah tidak dapat tersuplai atau mencapai suatu bagian dari otak. Pada saat aliran darah ke otak terhenti atau berhenti maka sel-sel otak pada bagian otak yang mengalami kerusakan mungkin dan bisa mati. Otak berfungsi mengendalikan pergerakan tubuh, perasaan, pikiran dan juga tindakan atau tingkah laku.

Pengaruh atau hal-hal yang terjadi pada stroke:
Berikut adalah beberapa kondisi yang terjadi pada stroke:

•Kelemahan, kelumpuhan atau paralysis pada satu bagian tubuh.
•Ganggaun berbicara
•Pergerakan yang kaku atau gangguan keseimbangan tubuh.
•Tidak mengetahui apa yang terjadi pada satu sisi tubuhnya.
•Gangguan menelan.
•Mengalami masalah dalam buang air kecil (sistem perkemihan) dan buang air besar
•Perubahan dalam penglihatan atau penglihatan buruk.
•Mati rasa
•Gangguan dalam melakukan perawatan diri sendiri

Apa itu Rehabilitasi stroke?
Rehabilitasi stroke merupakan bagian yang sangat penting dari upaya pemulihan pada penderita pasca stroke. Rehabilitasi stroke dapat membantu penderita pasca stroke dalam banyak hal yaitu membangun kekuatan, koordinasi, daya tahan atau ketahanan dan rasa percaya diri. Pada rehabilitasi stroke penderita akan mempelajari beberapa hal seperti cara bergerak, berbicara, berpikir dan bagaimana melakukan perawatan diri sendiri.

Tujuan dari rehabilitasi stroke adalah untuk membantu penderita dalam mempelajari bagaiamana melakukan hal-hal yang biasanya dikerjakan sebelum mengalami stroke.

Dokter yang akan menentukan apakah anda perlu melakukan rehabilitasi pasca stroke ataukah tidak. Dan jika memang perlu dilakukan upaya rehabilitasi stroke, dokter juga akan menentukan jenis rehabilitsi apa yang terbaik buat penderita dan kebanyakan penderita pasca stroke mendapatkan yang lebih baik. Seberapa cepat dan banyak perubahan ke arah perbaikan tergantung pada seberapa parah stroke yang terjadi.

Rehabilitasi stroke dimulai tepat setelah serangan stroke berakhir dan keadaan atau kondisi tubuh sudah stabil. Peningkatan-peningkatan yang terjadi bersamaan dengan terjadinya penyembuhan pada otak.

Stroke Lanjutan
Penderita perlu berhati-hati karena jika sudah pernah mengalami stroke maka penderita mempunyai resiko yang lebih tinggi untuk kembali timbul stroke lainnya khususnya pada tahun-tahun pertama setelah terjadinya stroke yang pertama.

Apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko timbulnya stroke ulangan?
Penderita pasca stroke mempunyai resiko tinggi terjadinya stroke lain (stroke kedua) jika penderita mempunyai kebiasaan merokok, peminum alkohol, tekanan darah tinggi (hipertensi), Kolesterol tinggi, diabetes atau kencing manis dan obesitas atau kelebihan berat badan (overweight).

Faktor-faktor resiko berikut juga menjadi faktor yang dapat meningkatkan resiko untuk terjadinya stroke lanjutan seperti gagal jantung, transient ischemic attack atau sering disebut TIA ATAU MINI STROKE.

Cara-cara mengatasi agar tidak timbul stroke ulangan
1.Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter sehingga dokter dan penderita dapat bekerja bersama-sama untuk meningkatkan kesehatan penderita.
2.Jika penderita perokok, menghentikan kebiasaan merokok akan sangat membantu.
3.Kurangi jumpah konsumsi alkohol.
4.Kontrol tekanan darah tinggi agar tetap dalam batas atau mendekati normal
5.Kontrol Kolesterol agar tetap dalam batas atau mendekati normal
6.Jika penderita diabetes, kontrol dan ekndalikan kadar gula darah agar tetap dalam batas atau mendekati normal.
7.Lakukan aktifitas olah raga secara teratur 4-6 kali seminggu selama 30-60 menit.

Depresi pasca stroke
Perubahan emosi bisa terjadi pada penderita stroke karena terjadinya cedera pada otak dan hilangnya fungsi bagian otak yang mengalami kerusakan. Setelah mengalami stroke perasaan penderita mungkin akan naik dan turun dengan lebih cepat dari sebelum terjadinya stroke dan atau penderita dapat mengalami depresi pasca stroke. Penderita mungkin akan menangis dengan tiba-tiba dab berhenti menangis dengan tiba-tiba tau tertawa tanpa suatu alasan yang jelas.

Penderita mungkin akan kesulitan dalam mengendalikan emosinya pasca serangan stroke, biasanya hal ini akan berlangsung membaik seiring berjalannya waktu dan bisa dimengerti jika penderita pasca stroke akan menglami depresi, frustasi dan merasa sedih. Perasaan-perasaan tersebut adalah satui bagian kondisi yang diperoleh karena perubahan-perubahan dengan stroke yang dialaminya.

Mengemudikan mobil pasca stroke
Mengemudi memberikan suatu perasaan kebebasan dan tidak tergantung dan penderita mungkin mempunyai keinginan untuk mengendarai mobil sendiri pasca pulih dari stroke. Akan tetapi stroke dapat memberikan pengaruh pada pergerakan, penglihatan, pemikiran dan juga kemampuan dalm berkomunikasi. Reaksi seseorang pasca serangan stroke mungkin juga akan mengalami penurunan. Penderita sebaiknya berpikir dengan sangat hati-hati akan perubahan-perubahan tersebut yang bisa mempengaruhi keselamatan diri sendiri dan keselamatan orang lain.

Bicarakan hal ini dengan dokter dan dokter akan memutuskan kapan anda dapat mengendarai mobil sendiri dengan aman untuk diri anda dan orang lain. Hubungi departemen yang mengatur tentang ijin mengemudikan kendaraan bermotor dan tanyakan apa saja aturan-aturan yang harus dipenuhi untuk dapat mengendarai kendaraan bermotor pada seseorang pasca storke. Seseorang pasca stroke mungkin akan dilakukan penilaian tentang cara mengemudinya, instruksi-instruksi dan juga arahan untuk memodifikasi kendaraan yang akan dipakai dan lain sebagainya. Program latihan mengemudi biasanya tersedia padapusat-pusat rehabilitasi stroke.

Apa yang dapat dilakukan keluarga untuk membantu pemulihan seseorang yang mereka cintai dari stroke

Jika anda adalah keluarga dari seseorang penderita pasca stroke, anda sebaiknya memberikan dukungan dan batuan untuk pemulihannya. Kunjungi orang yang anda cintai saat dirumah sakit atau pada pusat rehabilitasi stroke. Jika penderita mempunyai masalah dan gangguan dalam berbicara, tanyakan kepada ahli terapi bicara bagiamana anda bisa membantu penyembuhannya. Anda dapat bersantai dengan anggota-anggota keluarga anda dengan bermain kartu, melihat televisi, mendengarkan radio atau bermain suatu permainan bersama-sama.

Beberapa tempat rehabilitsi stroke menawarkan kelas-kelas kepada para penderita yang selamat dari stroke dan juga bagi keluarga mereka. Tanyakan dan jika diperbolehkan pergilah ke kelas-kelas rehabilitasi tersebut. Ini merupakan cara yang baik untuk mempelajari bagaimana rehabilitasi itu bekerja dan bagaimana cara membantu orang yang anda kasihi mendapatkan kondisi kesehatan yang lebih baik.

Dorong dan bantulah anggota keluarga anda praktek belajar ketrampilan dalam rehabilitasi. Pastikan bahwa staff rehabilitasi menyarankan aktifitas-aktifitas yang cocok dengan kebutuhan dan ketertarikan penderita. Tanyakan kepada staff rehabilitasi yang menangani, apakah kegiatan atau aktifitas yang dilakukan dapat dikerjakan sendiri, apa saja yang dapat dia kerjakan dengan bantuan orang lain dan apa saja yang tidak dapat dilakukan atau dikerjakan penderita.

Hindarilah melakukan hal-hal yang bisa dilakukan sendiri oleh penderita. Rasa percaya diri akan menumbuhkan kepercayaan untuk melakukan aktifitasnya sendiri tanpa bantuan. Mintalah kepada dokter dan staff rehabilitasi untuk bertemu dengan anda dan anggota keluarga sehingga semua anggota keluarga dapat menanyakan dan mengetahui bagaimana penderita mengerjakan aktifitasnya. Sebagai tambahan berikan perawatan dengan baik pada penderita dengan makan dan diet yang sehat, cukup istirahat dan berikan cukup waktu untuk melakukan hal-hal yang membuatnya senang.

2008-08-21

STROKE MENGANCAM KITA








Masih ingat dengan Meutia Kasim? Meutia Kasim adalah selebritis yang pernah menjadi juri di ajang Indonesian Idol 1 dan 2. Namun, Meutia tidak bisa menuntaskan perannya sebagai juri di Indonesian Idol 2 karena sakit. Meutia terkena serangan stroke perdarahan (hemorrhagic stroke subarachnoid) pada usianya yang ke-36 tahun 2005 lalu. Memang saat itu, Meuthia sangat sibuk dengan pekerjaannya sampai kurang memperhatikan kesehatan.
Dulu penyakit stroke hanya menyerang kaum lanjut usia (lansia). Seiring dengan berjalannya waktu, kini ada kecenderungan bahwa stroke mengancam usia produktif bahkan di bawah usia 45 tahun. Penyakit stroke pun ternyata bisa menyerang siapa saja tanpa memandang jabatan ataupun tingkatan sosial ekonomi.
Berikut ini beberapa fakta dan ulasan yang perlu Anda ketahui agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman stroke pada usia produktif:
1. Stroke, Pembunuh No.3 di Indonesia
2. Mengenali Jenis - Jenis Stroke
3. Ketahui Faktor Risiko Stroke
4. Membaca Gejala Stroke
5. Mendiagnosis Stroke
6. Penanganan Stroke
7. Masih Ada Harapan Sembuh
8. Lifestyle, si pencetus stroke
9. Expert Review tentang stroke

Stroke, Pembunuh No.3 di Indonesia
Kasus stroke meningkat di negara maju seperti Amerika dimana kegemukan dan junk food telah mewabah. Berdasarkan data statistik di Amerika, setiap tahun terjadi 750.000 kasus stroke baru di Amerika. Dari data tersebut menunjukkan bahwa setiap 45 menit, ada satu orang di Amerika yang terkena serangan stroke.
Menurut Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki), terdapat kecenderungan meningkatnya jumlah penyandang stroke di Indonesia dalam dasawarsa terakhir. Kecenderungannya menyerang generasi muda yang masih produktif. Hal ini akan berdampak terhadap menurunnya tingkat produktifitas serta dapat mengakibatkan terganggunya sosial ekonomi keluarga.
Tidak dapat dipungkiri bahwa peningkatan jumlah penderita stroke di Indonesia identik dengan wabah kegemukan akibat pola makan kaya lemak atau kolesterol yang melanda di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia.
Di Indonesia, stroke merupakan penyakit nomor tiga yang mematikan setelah jantung dan kanker. Bahkan, menurut survei tahun 2004, stroke merupakan pembunuh no.1 di RS Pemerintah di seluruh penjuru Indonesia.
Diperkirakan ada 500.000 penduduk yang terkena stroke. Dari jumlah tersebut, sepertiganya bisa pulih kembali, sepertiga lainnya mengalami gangguan fungsional ringan sampai sedang dan sepertiga sisanya mengalami gangguan fungsional berat yang mengharuskan penderita terus menerus di kasur.
Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. WHO mendefinisikan bahwa stroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak dan bukan oleh yang lain dari itu.

Mengenali Jenis-jenis Stroke
Stroke dibagi menjadi dua jenis yaitu stroke iskemik maupun stroke hemorragik. Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena aterosklerosis (penumpukan kolesterol pada dinding pembuluh darah) atau bekuan darah yang telah menyumbat suatu pembuluh darah ke otak. Hampir sebagian besar pasien atau sebesar 83% mengalami stroke jenis ini.
Pada stroke hemorragik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. Hampir 70 persen kasus stroke hemorrhagik terjadi pada penderita hipertensi.
Pada stroke iskemik, penyumbatan bisa terjadi di sepanjang jalur pembuluh darah arteri yang menuju ke otak. Darah ke otak disuplai oleh dua arteria karotis interna dan dua arteri vertebralis. Arteri-arteri ini merupakan cabang dari lengkung aorta jantung.
Suatu ateroma (endapan lemak) bisa terbentuk di dalam pembuluh darah arteri karotis sehingga menyebabkan berkurangnya aliran darah. Keadaan ini sangat serius karena setiap pembuluh darah arteri karotis dalam keadaan normal memberikan darah ke sebagian besar otak. Endapan lemak juga bisa terlepas dari dinding arteri dan mengalir di dalam darah, kemudian menyumbat arteri yang lebih kecil.
Pembuluh darah arteri karotis dan arteri vertebralis beserta percabangannya bisa juga tersumbat karena adanya bekuan darah yang berasal dari tempat lain, misalnya dari jantung atau satu katupnya. Stroke semacam ini disebut emboli serebral (emboli = sumbatan, serebral = pembuluh darah otak) yang paling sering terjadi pada penderita yang baru menjalani pembedahan jantung dan penderita kelainan katup jantung atau gangguan irama jantung (terutama fibrilasi atrium).
Emboli lemak jarang menyebabkan stroke. Emboli lemak terbentuk jika lemak dari sumsum tulang yang pecah dilepaskan ke dalam aliran darah dan akhirnya bergabung di dalam sebuah arteri.
Stroke juga bisa terjadi bila suatu peradangan atau infeksi menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang menuju ke otak. Obat-obatan (misalnya kokain dan amfetamin) juga bisa mempersempit pembuluh darah di otak dan menyebabkan stroke.
Penurunan tekanan darah yang tiba-tiba bisa menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otak, yang biasanya menyebabkan seseorang pingsan. Stroke bisa terjadi jika tekanan darah rendahnya sangat berat dan menahun. Hal ini terjadi jika seseorang mengalami kehilangan darah yang banyak karena cedera atau pembedahan, serangan jantung atau irama jantung yang abnormal.

Ketahui Faktor Risiko Stroke
Penyakit atau keadaan yang menyebabkan atau memperparah stroke disebut dengan Faktor Risiko Stroke. Penyakit tersebut di atas antara lain Hipertensi, Penyakit Jantung, Diabetes Mellitus, Hiperlipidemia (peninggian kadar lipid dalam darah). Keadaan yang dapat menyebabkan stroke adalah usia lanjut, obesitas, merokok, suku bangsa (negro/spanyol), jenis kelamin (pria), kurang olah raga.

Membaca Gejala Stroke
Sebagian besar kasus stroke terjadi secara mendadak, sangat cepat dan menyebabkan kerusakan otak dalam beberapa menit (completed stroke). Kemudian stroke menjadi bertambah buruk dalam beberapa jam sampai 1-2 hari akibat bertambah luasnya jaringan otak yang mati (stroke in evolution).
Perkembangan penyakit biasanya (tetapi tidak selalu) diselingi dengan periode stabil, dimana perluasan jaringan yang mati berhenti sementara atau terjadi beberapa perbaikan. Gejala stroke yang muncul pun tergantung dari bagian otak yang terkena.
Membaca isyarat stroke dapat dilakukan dengan mengamati beberapa gejala stroke berikut:
• Kelemahan atau kelumpuhan lengan atau tungkai atau salah satu sisi tubuh.
• Hilangnya sebagian penglihatan atau pendengaran.
• Penglihatan ganda.
• Pusing.
• Bicara tidak jelas (rero).
• Sulit memikirkan atau mengucapkan kata-kata yang tepat.
• Tidak mampu mengenali bagian dari tubuh.
• Pergerakan yang tidak biasa.
• Hilangnya pengendalian terhadap kandung kemih.
• Ketidakseimbangan dan terjatuh.
• Pingsan.
Kelainan neurologis yang terjadi akibat serangan stroke bisa lebih berat atau lebih luas, berhubungan dengan koma atau stupor dan sifatnya menetap. Selain itu, stroke bisa menyebabkan depresi atau ketidakmampuan untuk mengendalikan emosi.
Stroke juga bisa menyebabkan edema atau pembengkakan otak. Hal ini berbahaya karena ruang dalam tengkorak sangat terbatas. Tekanan yang timbul bisa lebih jauh merusak jaringan otak dan memperburuk kelainan neurologis, meskipun strokenya sendiri tidak bertambah luas.

Mendiagnosis Stroke
Diagnosis stroke biasanya ditegakkan berdasarkan perjalanan penyakit dan hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik dapat membantu menentukan lokasi kerusakan pada otak. Ada dua jenis teknik pemeriksaan imaging (pencitraan) untuk mengevaluasi kasus stroke atau penyakit pembuluh darah otak (Cerebrovascular Disease/CVD), yaitu Computed Tomography (CT scan) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI).
CT scan diketahui sebagai pendeteksi imaging yang paling mudah, cepat dan relatif murah untuk kasus stroke. Namun dalam beberapa hal, CT scan kurang sensitif dibanding dengan MRI, misalnya pada kasus stroke hiperakut.
Untuk memperkuat diagnosis biasanya dilakukan pemeriksaan CT scan atau MRI. Kedua pemeriksaan tersebut juga bisa membantu menentukan penyebab dari stroke, apakah perdarahan atau tumor otak. Kadang dilakukan angiografi yaitu penentuan susunan pembuluh darah/getah bening melalui kapilaroskopi atau fluoroskopi.

Penanganan Stroke
Jika mengalami serangan stroke, segera dilakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah penyebabnya bekuan darah atau perdarahan yang tidak bisa diatasi dengan obat penghancur bekuan darah.
Penelitian terakhir menunjukkan bahwa kelumpuhan dan gejala lainnya bisa dicegah atau dipulihkan jika recombinant tissue plasminogen activator (RTPA) atau streptokinase yang berfungsi menghancurkan bekuan darah diberikan dalam waktu 3 jam setelah timbulnya stroke.
Antikoagulan juga biasanya tidak diberikan kepada penderita tekanan darah tinggi dan tidak pernah diberikan kepada penderita dengan perdarahan otak karena akan menambah risiko terjadinya perdarahan ke dalam otak.
Penderita stroke biasanya diberikan oksigen dan dipasang infus untuk memasukkan cairan dan zat makanan. Pada stroke in evolution diberikan antikoagulan (misalnya heparin), tetapi obat ini tidak diberikan jika telah terjadi completed stroke.
Pada completed stroke, beberapa jaringan otak telah mati. Memperbaiki aliran darah ke daerah tersebut tidak akan dapat mengembalikan fungsinya. Karena itu biasanya tidak dilakukan pembedahan.
Pengangkatan sumbatan pembuluh darah yang dilakukan setelah stroke ringan atau transient ischemic attack, ternyata bisa mengurangi risiko terjadinya stroke di masa yang akan datang. Sekitar 24,5% pasien mengalami stroke berulang.
Untuk mengurangi pembengkakan dan tekanan di dalam otak pada penderita stroke akut, biasanya diberikan manitol atau kortikosteroid. Penderita stroke yang sangat berat mungkin memerlukan respirator (alat bantu bernapas) untuk mempertahankan pernafasan yang adekuat. Di samping itu, perlu perhatian khusus kepada fungsi kandung kemih, saluran pencernaan dan kulit (untuk mencegah timbulnya luka di kulit karena penekanan).
Stroke biasanya tidak berdiri sendiri, sehingga bila ada kelainan fisiologis yang menyertai harus diobati misalnya gagal jantung, irama jantung yang tidak teratur, tekanan darah tinggi dan infeksi paru-paru. Setelah serangan stroke, biasanya terjadi perubahan suasana hati (terutama depresi), yang bisa diatasi dengan obat-obatan atau terapi psikis.

Masih Ada Harapan Untuk Sembuh
Ada sekitar 30%-40% penderita stroke yang masih dapat sembuh secara sempurna asalkan ditangani dalam jangka waktu 6 jam atau kurang dari itu. Hal ini penting agar penderita tidak mengalami kecacatan. Kalaupun ada gejala sisa seperti jalannya pincang atau berbicaranya pelo, namun gejala sisa ini masih bisa disembuhkan.
Sayangnya, sebagian besar penderita stroke baru datang ke rumah sakit 48-72 jam setelah terjadinya serangan. Bila demikian, tindakan yang perlu dilakukan adalah pemulihan. Tindakan pemulihan ini penting untuk mengurangi komplikasi akibat stroke dan berupaya mengembalikan keadaan penderita kembali normal seperti sebelum serangan stroke.
Upaya untuk memulihkan kondisi kesehatan penderita stroke sebaiknya dilakukan secepat mungkin, idealnya dimulai 4-5 hari setelah kondisi pasien stabil. Tiap pasien membutuhkan penanganan yang berbeda-beda, tergantung dari kebutuhan pasien. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 6-12 bulan.

Life style, Pencetus Stroke Usia Produktif
Usia merupakan faktor risiko stroke, semakin tua usia maka risiko terkena strokenya pun semakin tinggi. Namun, sekarang kaum usia produktif perlu waspada terhadap ancaman stroke. Pada usia produktif, stroke dapat menyerang terutama pada mereka yang gemar mengkonsumsi makanan berlemak dan narkoba (walau belum memiliki angka yang pasti).
Life style alias gaya hidup selalu menjadi kambing hitam berbagai penyakit yang menyerang usia produktif. Generasi muda sering menerapkan pola makan yang tidak sehat dengan seringnya mengkonsumsi makanan siap saji yang sarat dengan lemak dan kolesterol tapi rendah serat.
Generasi muda yang perjalanan hidupnya masih panjang untuk mampu berkiprah dan bersaing dengan sumber daya manusia lain dari luar negeri. Kecacatan yang mereka sandang akibat serangan stroke, bukan hanya menjadi beban keluarga, tapi juga beban masyarakat secara umum.
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Selagi stroke masih bisa dicegah, kenapa tidak mencoba?
Pertama, dengan menjalankan perilaku hidup sehat sejak dini. Kedua, pengendalian faktor-faktor risiko secara optimal harus dijalankan. Ketiga, melakukan medical check up secara rutin dan berkala dan si pasien harus mengenali tanda-tanda dini stroke.
Untuk mencegah "the silent killer" ini maka seseorang dianjurkan untuk mengurangi rokok, melakukan olah raga teratur, membatasi minuman beralkohol, dan menghindari stres berlebihan

Expert Review

Prof. Dr. H. Jusuf Misbach, SpS (K), FAAN yang kini menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) menjelaskan bahwa serangan stroke timbulnya mendadak tanpa peringatan. Namun, sebenarnya ada yang bisa dijadikan tanda yaitu penyakit-penyakit dan kondisi tertentu yang termasuk ke dalam faktor risiko stroke.
Penyakit-penyakit yang termasuk ke dalam risiko stroke adalah hipertensi, penyakit jantung, diabetes mellitus, hiperlipidemia (peninggian kadar lipid dalam darah). Usia lanjut, obesitas, merokok, suku bangsa termasuk dalam kondisi tertentu yang merupakan risiko stroke.
"Kadar kolesterol yang tinggi (hiperkolesterol) memang merupakan faktor risiko stroke karena memperburuk proses arteriosklerotik, yaitu mempertebal dan merusak dinding pembuluh darah secara berangsur-angsur," ungkap Prof. Jusuf Misbach. Jadi, makanan-makanan yang kaya kolesterol seperti junk food dapat membahayakan dan mempercepat kemungkinan timbulnya stroke.
Usia merupakan faktor risiko stroke karena proses penuaan terjadi pada semua organ tubuh termasuk pembuluh darah otak yang menjadi rapuh. Di Indonesia ternyata stroke timbul banyak pada usia di bawah 45 tahun, dimana karir sedang menanjak.
Demikian pula pada usia 45-60 tahun dimana seseorang sedang berada pada puncak karirnya. "Jika terkena stroke, penyakit dengan angka presentasi kecacatan terbesar, maka habislah karirnya," tambah Prof Jusuf Misbach.
Masyarakat tidak menyadari bahwa angka kematian stroke di Indonesia sangat tinggi, dimana sekitar seperempatnya meninggal dunia. Untuk mencegah kecacatan atau kelumpuhan pada serangan stroke, disuntikan recombinant tissue plasminogen activator kurang dari 3 jam.
Prof. Jusuf Misbach mengatakan bahwa menurut data dari seluruh dunia termasuk Indonesia, perawatan di Unit Stroke dapat menurunkan angka kematian, memperpendek masa perawatan di Rumah Sakit, dan memperbaiki kualitas hidup. Unit Stroke terdiri dari berbagai dokter ahli (multidisipliner) seperti spesialis saraf, spesialis penyakit dalam (diabetes mellitus, jantung), spesialis bedah, dan psikiater.
Penderita stroke akan menjalani tahap neuro restorasi setelah fase akut dan sub akut stroke terlewati. Dalam tahap ini penderita harus minum obat untuk mengendalikan faktor risiko dan menjalani fisioterapi untuk mengembalikan kemampuan tubuh seperti semula.
Bahaya yang menghantui penderita stroke adalah serangan stroke berulang yang dapat fatal atau kwalitas hidup yang lebih buruk dari serangan pertama. Bahkan ada pasien Prof Jusuf Misbach yang mengalami serangan stroke sebanyak 6-7 kali. Hal ini disebabkan pasien tersebut tidak mengendalikan faktor risiko stroke.
Disamping itu beban pengobatan dan rawat jalan sangat memberatkan ekonomi keluarga karena kepala keluarga tak mampu bekerja lagi. Apalagi pengobatan faktor risiko harus diteruskan seumur hidup.
Jangan tunggu sampai terjadi serangan stroke, lebih baik melakukan deteksi dini akan faktor risiko stroke untuk menghindari stroke. Memeriksakan diri ke dokter untuk mendeteksi adanya faktor-faktor risiko stroke yang dapat dikendalikan misalnya hipertensi, diabetes, merokok, penyakit jantung, kolesterol dan trigliserida yang tinggi, kegemukan. Semua faktor risiko dapat dikendalikan kecuali usia, suku bangsa dan gender.
Prof. Jusuf Misbach juga menyebutkan bahwa olahraga dan kehidupan beragama yang sungguh-sungguh juga tak kalah pentingnya, karena selain menghilangkan stres juga menyehatkan lahir-batin.
Ahli jantung dari RS Jantung Nasional Harapan Kita, Prof. Dr. Harmani Kalim, MPH, SpJP (K), FIHA, FASCC, menjelaskan bahwa penyakit jantung erat kaitannya dengan stroke karena memiliki penyebab yang sama yaitu hiperkolesterol. Pada penderita jantung, risiko stroke akan meningkat. Demikian sebaliknya, penderita stroke memiliki risiko penyakit jantung yang meningkat pula.
Kendalikan faktor risiko penyakit seperti kadar kolesterol, kadar gula, kadar lemak agar tidak berkembang menjadi stroke. Biasanya diberikan obat pengencer darah yaitu asetosal, obat penurun kadar kolesterol dari golongan statin seperti simvastatin, atorvastatin, lovastatin, dll.
Hiperkolesterol menyebabkan terjadinya gangguan pembuluh darah yang paling umum yaitu aterosklerosis. Gejala aterosklerosis adalah bentuk arteriosklerosis dengan timbunan zat lemak di dalam dan di bawah lapisan intima dinding pembuluh arteri besar dan sedang, yaitu pembuluh serebral, vetebral, koroner, renal, aorta dan pembuluh di tungkai.
Prof. Harmani Kalim memberitahukan bahwa ada upaya pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit jantung koroner dan stroke. Upaya pencegahan dibagi menjadi primer dan sekunder. Pencegahan primer dapat dilakukan pada orang yang belum pernah mengalami aterosklerosis. Caranya dengan cara ubah gaya hidup, olahraga, kurangi stres, tambah serta kurangi kolesterol dan berhenti merokok.
Pencegahan sekunder dapat dilakukan bila sudah terjadi gejala klinik aterosklerosis disebut dengan singkatan ABCDEFG yaitu:
• A Asetosal, ace-inhibitor, antikoagulan: minum obat-obatan untuk kendalikan penyakit faktor risiko.
• B Beta blocker, body weight reduction: minum obat dan menurunkan berat badan.
• C Cholesterol control & cigarette smoking cessation: kendalikan kolesterol & berhenti merokok.
• D Diabetes control & diet: kendalikan diabetes dan makanan.
• E Exercise & education: olahraga dan menambah pengetahuan.
• F Family support: dukungan keluarga.
• G Glucose oxidation preservation: memelihara oksidasi glukosa tubuh.
Sesibuk apa pun kita pada usia produktif, tetap harus menjaga kesehatan. Jika hanya berjuang mengejar karir tanpa memperhatikan kesehatan, maka usaha tersebut akan sia-sia bila kemudian di puncak karir terkena serangan stroke.
Hal ini akan berdampak terhadap menurunnya tingkat produktifitas serta dapat mengakibatkan terganggunya sosial ekonomi keluarga. Jadi, jangan tidak peduli akan ancaman stroke, melainkan hadapi dengan mulai menjalankan gaya hidup yang sehat.

2008-08-20

PENANGANAN DIABETES : 10 CARA MENGHINDARI KOMPLIKASI

Penanganan diabetes merupakan tanggung jawab seumur hidup. Oleh sebab itu temui dokter untuk pemeriksaan berkala, periksakan mata, gigi dan lakukan gaya hidup sehat agar dapat meminimalkan komplikasi diabetes.

Penanganan diabetes dibutuhkan suatu inisiatif dan keteraturan. Dari memeriksa kadar gula darah hingga kaki setiap hari, dengan melakukan peran aktif untuk penanganan diabetes dapat mencegah atau setidaknya mengurangi komplikasi.

Dibawah ini ada 10 cara untuk berperan aktif dalam perawatan diabetes sehingga dapat menikmati hidup lebih sehat di masa yang akan datang:

1. Lakukan pemeriksaan fisik setiap tahun
Selain pemeriksaan rutin untuk mengawasi perawatan diabetes, lakukan juga pemeriksaan fisik sekali setahun. Dokter akan mencari masalah yang dapat terjadi akibat penyakit ini seperti komplikasi pada mata, ginjal dan jantung

2. Periksa mata setahun sekali
Pergi ke spesialis mata sekali tiap tahun dapat membantu untuk mendeteksi masalah penglihatan yang berkaitan dengan diabetes untuk dapat mendeteksi secara dini, sehingga lebih mudah ditangani maupun dicegah. Bila menderita diabetes dengan tekanan darah tinggi, penyakit ginjal atau kolesterol, mungkin diperlukan pemeriksaan ke spesialis mata lebih dari sekali dalam setahun.

3. Temui dokter gigi setahun dua kali
Kadar gula darah yang tinggi mengganggu sistem kekebalan tubuh, membatasi kemampuan tubuh untuk berperang dengan bakteri dan virus yang menyebabkan infeksi. Karena mulut penuh dengan bakteri, maka infeksi juga dapat terjadi pada gusi. Oleh sebab itu sangat dianjurkan untuk menemui dokter gigi setahun dua kali untuk memeriksakan kesehatan mulut dan gigi

4. Vaksinasi tepat waktu
Selalu up to date terhadap vaksinasi yang dapat membantu mencegah terjadinya komplikasi akibat diabetes. Contohnya adalah:

* Vaksinasi flu tahunan. Berapapun usia, maka penderita diabetes akan rentan terkena influenza daripada yang tidak menderita diabetes. Penderita diabetes rentan terserang flu daripada orang yang tidak menderita diabetes. Karena diabetes pula, maka flu dapat berkembang menjadi komplikasi yang serius, termasuk diabetic ketoacidosis (DKA) dan sindrom hiperosmolar.
* Vaksin untuk radang paru. Hampir tiap dokter akan merekomendasikan pada penderita diabetes untuk vaksinasi radang paru-paru. Apabila telah menderita komplikasi akibat diabetes atau berusia lebih dari 65 tahun maka akan dibutuhkan vaksinasi ulang setiap 5 tahun.
* Vaksinasi lainnya. Selalu uptodate terhadap vaksinasi tetanus juga jangan lupa untuk vaksinasi ulang setiap 10 tahun. Vaksinasi hepatitis B juga sangat penting.

5. Rawat kebersihan dan kesehatan kaki
Penderita diabetes beresiko tinggi untuk menderita penyakit pada kaki dalam dua cara yaitu:

* Diabetes dapat merusak syaraf-syaraf di kaki (neuropathy), mengurangi sensasi nyeri. Ini berarti dapat terjadi ruam dan memar tanpa menyadarinya.
* Diabetes dapat menyempitkan atau menutup arteri (atherosklerosis), mengurangi aliran darah menuju kaki. Dengan kurangnya darah untuk memberi makan jaringan di kaki, maka luka akan semakin sulit untuk sembuh. Sayatan yang tersembunyi atau luka kecil yang terlindung oleh sepatu atau kaus kaki dapat dengan cepat berkembang menjadi luka yang serius.

6. Jangan merokok
Orang yang mengidap diabetes dan merokok sering kali ditemukan meninggal karena serangan jantung, stroke dan penyakit lainnya daripada penderita diabetes yang tidak merokok. Hal ini karena:

* Merokok menyempitkan pembuluh darah, serta menurunkan aliran darah menuju kaki. Penyempitan arteri meningkatkan resiko dari serangan jantung dan stroke, dan juga membuat luka menjadi lebih sukar untuk sembuh.
* Merokok meningkatkan resiko untuk kerusakan syaraf dan penyakit ginjal.
* Merokok juga mengganggu sistem kekebalan tubuh, sehingga membuat lebih rentan terhadap infeksi pernafasan dan influenza.

7. Minum aspirin tiap hari
American Diabetes Association (ADA) merekomendasikan para pengidap diabetes untuk mengkonsumsi aspirin setiap hari satu kali karena dapat mengurangi resiko terkena serangan jantung. Dosis yang direkomendasikan adalah mulai dari 81 mg sehari,hingga 325 mg sehari. Mengkonsumsi lebih dari jumlah tersebut tidak akan meningkatkan keuntungannya. Konsultasikan pada dokter untuk meyakinkan apakah aspirin aman untuk diminum harian, bila iya, cari tahu berapa banyak dosis aspirin yang harus digunakan.

8. Awasi tekanan darah
Sama seperti diabetes, tekanan darah yang tinggi juga dapat merusak pembuluh darah. Bila kedua keadaan ini muncul, maka dapat terjadi serangan jantung, stroke atau kondisi lain yang mengancam jiwa.

Untuk orang dewasa dengan atau tanpa diabetes, tekanan darah normal adalah 120/80 mmHg. Bila anda memiliki tekanan darah tinggi atau diabetes, ADA merekomendasikan untuk mendapatkan perawatan yang bertujuan agar tekanan darah tidak lebih dari 130/80 mmHg. Kebiasaan hidup sehat yang dapat mempertahankan kadar gula darah yaitu makan makanan yang seimbang dan olah raga yang rutin dapat pula menurunkan tekanan darah. Menurunkan jumlah garam (natrium) dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari dan membatasi jumlah alkohol juga penting untuk mengontrol tekanan darah.

9. Memeriksa kadar gula darah
Mengatur kadar gula darah merupakan hal yang paling penting untuk merasa lebih baik dan mencegah komplikasi lebih lanjut dari diabetes. Dengan mengawasi kadar gula darah dan tetap menjaganya normal, maka akan mengurangi resiko kerusakan mata, ginjal, pembuluh darah dan syaraf.

10. Penanganan stress
Stress dapat meningkatkan produksi hormon yang dapat memblokir efek dari insulin, yang menyebabkan kadar gula darah meningkat. Bila sedang terserang stress, maka akan sulit untuk merawat diri sendiri maupun mengelola diabetes. Anda mungkin tidak sempat untuk mengkonsumsi makanan yang dianjurkan, memeriksa kadar gula darah, berolah raga atau minum obat seperti yang telah diresepkan. Stress yang berkepanjangan juga dapat menyebabkan depresi oleh sebab itu penanganan stress yang baik sangat dibutuhkan.

PENGATURAN MAKAN BAGI PENDERITA DIABETES

Pengaturan makan merupakan pilar utama pengelolaan diabetes mellitus (DM). Namun, Diabetisi (orang dengan diabetes) sering mendapat berbagai informasi tentang makanan dan DM dari berbagai sumber yang tidak selalu benar. Informasi yang kurang tepat sering kali merugikan Diabetisi itu sendiri, antara lain tidak lagi dapat menikmati makanan kesukaan mereka.

Sebenarnya anjuran makan pada Diabetisi sama dengan anjuran makan sehat umumnya, yaitu makanan menu seimbang dan sesuai dengan kebutuhan kalori masing-masing. Sebaliknya anjuran makan bagi Diabetisi juga akan sangat baik untuk orang sehat yang non DM dan juga untuk mencegah penyakit salah gizi yang lainnya.

Tujuan makan sesuai kebutuhan kalori adalah agar dapat mencapai dan mempertahankan berat badan yang normal. Pada Diabetisi yang gemuk, kadar gula darah sulit dikendalikan, sehingga berat badan perlu dibuat normal. Berat badan normal berkisar antara kurang dari 10% sampai lebih dari 10% dari berat badan idaman.

Berat badan idaman adalah 90% x (tinggi badan dalam cm dikurang 100 kg). Bila tinggi badan 160 cm, maka berat badan idamannya adalah 90% x (160-100) kg = 54 kg. Berolahraga dengan teratur dapat membantu menurunkan berat badan dan mengendalikan kadar gula darah.

Selain perlu mencapai gula darah dan mempertahankan gula darah mendekati normal, Diabetisi juga perlu mencapai dan mempertahankan lemak darah serta tekanan darah yang normal. Diabetisi tak perlu takut makan dan dianjurkan makan bersama anggota keluarga lainnya, yaitu menu makanan yang seimbang sesuai kebutuhan gizi.

Kandungan zat gizi dalam makanan serta anjurannya untuk diabetisi sebagai berikut:

1. Karbohidrat

Karbohidrat merupakan sumber tenaga utama untuk kegiatan sehari-hari dan terdiri atas tepung-tepungan dan gula. Diabetisi dianjurkan mengkonsumsi padi-padian, sereal, buah dan sayuran karena mengandung serat tinggi, juga vitamin dan mineral.
Makanan yang perlu dibatasi adalah gula, madu, sirup, kue kukis, dodol dan kue-kue manis lainnya. Karbohidrat sederhana seperti gula hanya mengandung karbohidrat saja tetapi tidak mengandung zat gizi penting lainnya sehingga kurang bermanfaat bagi tubuh.

2. Protein
Protein adalah zat gizi yang penting utuk pertumbuhan dan pengganti jaringan yanng rusak. Oleh karena itu perlu makan protein setiap hari. Sumber protein banyak terdapat dalam ikan, ayam, daging, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.

3. Lemak
Lemak juga sumber tenaga. Bagi Diabetisi makanan jangan terlalu banyak digoreng, sebaiknya lebih banyak dimasak menggunakan sedikit minyak sepeti dipanggang, dikukus, dibuat sup, direbus atau dibakar. Batasi konsumsi makanan tinggi kolesterol seperti otak, jerohan, kuning

4. Vitamin & mineral
Vitamin dan mineral terdapat pada sayuran dan buah-buahan, berfungsi utuk membantu melancarkan kerja tubuh. Apabila kita makan makanan yang bervariasi setiap harinya maka tidak perlu lagi vitamin tambahan.
Diabetisi perlu mencapai dan mempertahankan tekanan darah yang normal. Oleh karena itu perlu membatasi konsumsi natrium. Hindari makanan tinggi garam dan vetsin. Anjuran makan garam dapur sehari kira-kira 6-7 gram (1 sendok teh).

Menu Seimbang

Makanlah beraneka ragam makanan yang mengandung sumber zat tenaga, sumber zat pembangun serta sumber zat pengatur.

1. Makanan sumber zat tenaga mengandung zat gizi: karbohidrat, lemak, dan proten. Makanan sumber zat tenaga antara lain nasi serta penggantinya seperti roti, mie, kentang, dll.
2. Makanan sumber zat pembangun mengandung zat gizi protein dan mineral. Makanan sumber zat pembangun antara lain kacang-kacangan, tempe, tahu, telur, ikan, ayam, daging, susu, keju dll.
3. Makanan sumber zat pengatur mengandung vitamin dan mineral. Makanan sumber zat pengatur antara lain sayuran dan buah-buahan.

Makanlah Teratur

Untuk dapat makan sesuai kebutuhan gizi, anda perlu mengetahui kebutuhan kalori sehari. Selain membantu dalam kebutuhan kalori, ahli gizi/diet juga menyaranakan variasi makanan sesuai dengan daftar bahan makanan penukar.

Porsi makanan hendaknya tersebar sepanjang hari, yaitu makan pagi, makan siang, dan makan malam serta kudapan diantara waktu makan. Diabetisi yang menggunakan insulin atau OHO, sebaiknya memperhatikan jadwal makan teratur, jenis serta jumlah makanan. Bila mereka makan tidak teratur, dapat menyebabkan hipoglikemia (penurunan kadar gula darah < 60 mg/dL) yang bisa membahayakan.

Jumlah & Jenis Makanan Sehari-hari

Sebagai pedoman, anda dianjurkan makan 3 kali sehari yang terdiri dari:

1. Satu piring nasi atau penggatinya.
2. Satu potong ikan atau penggantinya.
3. Satu mangkok sayuran.
4. Buah-buahan.

Diantara waktu makan tersebut di atas dapat diselingi dengan kudapan/makanan ringan, contohnya buah atau kue.

WASPADAI LINGKAR PINGGANG ANDA






Kegemukan yang secara umum ditandai dengan perut buncit ini telah menjadi wabah baru di dunia, tak terkecuali Indonesia. Sebagian orang mungkin masih ada yang mempercayai mitos bahwa kegemukan identik dengan kemakmuran. Padahal perut buncit membuat si pemilik tubuh rentan terhadap penyakit jantung dan diabetes mellitus yang berkaitan dengan risiko kardiometabolik.

Menurut dr Sunarya Soerianata, SpJP (K), seorang ahli jantung dari RS Jantung Harapan Kita, "Penyakit jantung dan stroke merupakan penyebab kematian paling tinggi dibandingkan kanker, diabetes dan penyakit saluran napas bagian bawah."

Tidak perlu pemeriksaan laboratorium yang mahal untuk mengetahui risiko anda akan kardiometabolik. Caranya cukup mudah dan murah yaitu dengan mengukur lingkar pinggang anda. Ukuran lingkar pinggang ternyata bisa digunakan sebagai parameter untuk mengetahui risiko terhadap penyakit akibat gaya hidup tidak sehat tersebut.


Risiko Kardiometabolik Bukanlah Penyakit

Risiko kardiometabolik sendiri bukanlah penyakit tapi merupakan sekelompok gangguan-gangguan yang secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama dapat meningkatkan risiko terhadap penyakit jantung dan diabetes.

Risiko kardiometabolik (cardiometabolic risk/CMR) terdiri dari faktor-faktor risiko yang dapat diubah, yang memudahkan orang rentan terhadap penyakit diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Sejumlah faktor-faktor tersebut muncul secara klinis di dalam kelompok-kelompok yang spesifik.

dr Sunarya Soerianata, SpJP (K), yang juga bertindak sebagai wakil ketua pelaksana 16th ASEAN Congress of Cardiology yang berlangsung bulan April 2007 di Bali ini menjelaskan, ada faktor risiko yang tergolong sebagai faktor risiko "klasik" dan ada yang tergolong "baru". Contoh faktor risiko "klasik" antara lain tekanan darah tinggi, kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan gula darah yang sudah sering dievaluasi dan ditangani oleh dokter.

Adapun faktor-faktor lainnya dianggap sebagai faktor risiko "baru" misalnya kelebihan lemak perut, kolesterol HDL (kolesterol baik), resistensi insulin (ketidakmampuan tubuh merespons dan menggunakan insulin secara semestinya), serta peradangan (kadar adiponektin yang rendah atau kadar C-reactive protein yang tinggi). dr Sunarya, SpJP menambahkan bahwa faktor risiko "baru" ini sejak dulu kurang diperhatikan.

Dalam tahun-tahun terakhir ini, pengelompokan faktor-faktor CMR semakin menarik perhatian karena faktor-faktor itu sering timbul secara serentak. Contohnya, hampir 26% dari seluruh orang dewasa di seluruh dunia di bawah umur 60 tahun diketahui memiliki paling sedikit tiga dari lima faktor-faktor CMR yang termasuk di dalam kriteria sindrom metabolik.


Sadari Bahaya Lemak Perut

Kelebihan lemak perut (intra abdominal obesity) atau penimbunan jaringan lemak di dalam perut, berhubungan dengan faktor-faktor CMR lain seperti peningkatan trigliserida dan gula darah.

Riset menunjukkan bahwa jaringan adiposa (jaringan lemak) bukan hanya merupakan tempat penampungan lemak, tapi juga organ endokrin aktif yang melepaskan bahan-bahan kimia dan zat-zat tertentu ke dalam tubuh yang diketahui mempengaruhi metabolisme dan sistem kardiovaskuler.

“Semakin tinggi intra abdominal obesity maka kadar HDL akan turun yang berarti rendahnya proteksi tubuh terhadap aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah oleh lemak),” ungkap dr Sunarya, SpJP.

Pelepasan bahan kimia dan zat ini dapat berkontribusi terhadap perkembangan faktor-faktor CMR seperti trigliserida tinggi dan peningkatan gula darah, meningkatkan risiko seseorang terhadap diabetes dan penyakit jantung.

Jadi, dengan memiliki perut buncit atau dengan kata lain lemak perut tinggi maka dapat meningkatkan risiko berkembangnya penyakit diabetes tipe 2, yaitu diabetes yang paling umum terjadi pada masyarakat dengan gaya hidup tidak sehat.

Tidak mengherankan jika diprediksikan penderita diabetes di Indonesia akan naik dari 6,7% populasi pada tahun 2000 menjadi 10,6% populasi pada tahun 2030.


Ukuran Lingkar Pinggang sebagai Marker

Biasanya, kegemukan diukur dengan indeks masa tubuh (BMI), akan tetapi penemuan akhir-akhir ini menunjukkan bahwa kegemukan perut merupakan tanda yang lebih akurat untuk memprediksi serangan jantung daripada berat badan atau BMI.

dr. Sunarya, SpJP membenarkan bahwa mengukur lingkar pinggang merupakan suatu pengukuran yang sederhana dan berhasil mendeteksi orang yang akan mengalami diabetes dan penyakit jantung lainnya.

Berdasarkan penelitian, ukuran lingkar pinggang yang memiliki risiko besar adalah ≥88 cm untuk wanita dan ≥102 cm untuk pria. Namun, ukuran tersebut berlaku untuk ras Amerika, untuk Indonesia batasnya lebih kecil.

Banyak kemajuan telah dicapai untuk mengurangi prevalensi faktor-faktor CMR tertentu termasuk kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi. Meskipun demikian, masih ada sekitar 17 juta orang di seluruh dunia yang meninggal karena penyakit jantung setiap tahunnya.

Strategi penanganan kardiometabolik yang selalu dianggap efektif adalah dengan mengedukasi masyarakat terutama pasien karena risiko kardiometabolik dapat diubah. Namun, pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati. Untuk yang belum menjadi pasien, dihimbau untuk menjaga kesehatan dan mulai menjalani gaya hidup sehat.

dr. Sunarya, SpJP juga ingin mengingatkan kepada masyarakat mengenai ukuran lemak perut yang dapat digunakan sebagai marker untuk penyakit jantung dan diabetes. Lingkar pinggang mudah diukur dan bisa dilakukan oleh semua orang, tak terkecuali dengan anda. Silakan mencoba.

FAKTOR RESIKO DAN PENYEBAB OSTEOPOROSIS

Sebenarnya, apa yang menyebabkan terjadinya osteoporosis? Berikut ini beberapa penyebab osteoporosis:

1.Osteoporosis postmenopausal terjadi karena kekurangan estrogen (hormon utama pada wanita), yang membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita.
Biasanya gejala timbul pada wanita yang berusia di antara 51-75 tahun, tetapi bisa mulai muncul lebih cepat ataupun lebih lambat.
Tidak semua wanita memiliki risiko yang sama untuk menderita osteoporosis postmenopausal, wanita kulit putih dan daerah timur lebih mudah menderita penyakit ini daripada wanita kulit hitam.

2.Osteoporosis senilis kemungkinan merupakan akibat dari kekurangan kalsium yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan diantara kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang yang baru.
Senilis berarti bahwa keadaan ini hanya terjadi pada usia lanjut. Penyakit ini biasanya terjadi pada usia diatas 70 tahun dan 2 kali lebih sering menyerang wanita. Wanita seringkali menderita osteoporosis senilis dan postmenopausal.
3.Osteoporosis sekunder dialami kurang dari 5% penderita osteoporosis, yang disebabkan oleh keadaan medis lainnya atau oleh obat-obatan.
Penyakit osteoporosis bisa disebabkan oleh gagal ginjal kronis dan kelainan hormonal (terutama tiroid, paratiroid dan adrenal) dan obat-obatan (misalnya kortikosteroid, barbiturat, anti-kejang dan hormon tiroid yang berlebihan).
Pemakaian alkohol yang berlebihan dan merokok bisa memperburuk keadaan osteoporosis

4.Osteoporosis juvenil idiopatik merupakan jenis osteoporosis yang penyebabnya tidak diketahui.
Hal ini terjadi pada anak-anak dan dewasa muda yang memiliki kadar dan fungsi hormon yang normal, kadar vitamin yang normal dan tidak memiliki penyebab yang jelas dari rapuhnya tulang.

Faktor Risiko Osteoporosis

1. Wanita
Osteoporosis lebih banyak terjadi pada wanita. Hal ini disebabkan pengaruh hormon estrogen yang mulai menurun kadarnya dalam tubuh sejak usia 35 tahun. Selain itu, wanita pun mengalami menopause yang dapat terjadi pada usia 45 tahun.

2. Usia
Seiring dengan pertambahan usia, fungsi organ tubuh justru menurun. Pada usia 75-85 tahun, wanita memiliki risiko 2 kali lipat dibandingkan pria dalam mengalami kehilangan tulang trabekular karena proses penuaan, penyerapan kalsium menurun dan fungsi hormon paratiroid meningkat.
3. Ras/Suku
Ras juga membuat perbedaan dimana ras kulit putih atau keturunan asia memiliki risiko terbesar. Hal ini disebabkan secara umum konsumsi kalsium wanita asia rendah. Salah satu alasannya adalah sekitar 90% intoleransi laktosa dan menghindari produk dari hewan. Pria dan wanita kulit hitam dan hispanik memiliki risiko yang signifikan meskipun rendah.
4. Keturunan Penderita osteoporosis
Jika ada anggota keluarga yang menderita osteoporosis, maka berhati-hatilah. Osteoporosis menyerang penderita dengan karakteristik tulang tertentu. Seperti kesamaan perawakan dan bentuk tulang tubuh. Itu artinya dalam garis keluarga pasti punya struktur genetik tulang yang sama.
5. Gaya Hidup Kurang Baik
* Konsumsi daging merah dan minuman bersoda, karena keduanya mengandung fosfor yang merangsang pembentukan horman parathyroid, penyebab pelepasan kalsium dari dalam darah.
* penyakit osteoporosisMinuman berkafein dan beralkohol.

Minuman berkafein seperti kopi dan alkohol juga dapat menimbulkan tulang keropos, rapuh dan rusak. Hal ini dipertegas oleh Dr.Robert Heany dan Dr. Karen Rafferty dari creighton University Osteoporosis Research Centre di Nebraska yang menemukan hubungan antara minuman berkafein dengan keroposnya tulang.
Hasilnya adalah bahwa air seni peminum kafein lebih banyak mengandung kalsium, dan kalsium itu berasal dari proses pembentukan tulang. Selain itu kafein dan alkohol bersifat toksin yang menghambat proses pembentukan massa tulang (osteoblas).

* Malas Olahraga
Wanita yang malas bergerak atau olahraga akan terhambat proses osteoblasnya (proses pembentukan massa tulang). Selain itu kepadatan massa tulang akan berkurang. Semakin banyak gerak dan olahraga maka otot akan memacu tulang untuk membentuk massa.
* Merokok
Ternyata rokok dapat meningkatkan risiko penyakit osteoporosis. Perokok sangat rentan terkena osteoporosis, karena zat nikotin di dalamnya mempercepat penyerapan tulang. Selain penyerapan tulang, nikotin juga membuat kadar dan aktivitas hormon estrogen dalam tubuh berkurang sehingga susunan-susunan sel tulang tidak kuat dalam menghadapi proses pelapukan.
Disamping itu, rokok juga membuat penghisapnya bisa mengalami hipertensi, penyakit jantung, dan tersumbatnya aliran darah ke seluruh tubuh. Kalau darah sudah tersumbat, maka proses pembentukan tulang sulit terjadi. Jadi, nikotin jelas menyebabkan osteoporosis baik secara langsung tidak langsung.
Saat masih berusia muda, efek nikotin pada tulang memang tidak akan terasa karena proses pembentuk tulang masih terus terjadi. Namun, saat melewati umur 35, efek rokok pada tulang akan mulai terasa, karena proses pembentukan pada umur tersebut sudah berhenti.
* Kurang Kalsium
Jika kalsium tubuh kurang maka tubuh akan mengeluarkan hormon yang akan mengambil kalsium dari bagian tubuh lain, termasuk yang ada di tulang.
6. Mengkonsumsi Obat
Obat kortikosteroid yang sering digunakan sebagai anti peradangan pada penyakit asma dan alergi ternyata menyebabkan risiko penyakit osteoporosis. Jika sering dikonsumsi dalam jumlah tinggi akan mengurangi massa tulang. Sebab, kortikosteroid menghambat proses osteoblas. Selain itu, obat heparin dan antikejang juga menyebabkan penyakit osteoporosis. Konsultasikan ke dokter sebelum mengkonsumsi obat jenis ini agar dosisnya tepat dan tidak merugikan tulang.
7. Kurus dan Mungil
Perawakan kurus dan mungil memiliki bobot tubuh cenderung ringan misal kurang dari 57 kg, padahal tulang akan giat membentuk sel asal ditekan oleh bobot yang berat. Karena posisi tulang menyangga bobot maka tulang akan terangsang untuk membentuk massa pada area tersebut, terutama pada derah pinggul dan panggul. Jika bobot tubuh ringan maka massa tulang cenderung kurang terbentuk sempurna.

MENCEGAH OSTEOPOROSIS





Pencegahan osteoporosis sebaiknya dilakukan sejak masih dalam kandungan. Sang ibu harus mengkonsumsi kalsium dengan cukup sehingga tulang bayi dalam kandungan tumbuh optimal dan tidak mengambil cadangan kalsium dari tulang ibu.
Hal yang paling penting adalah menyadari akan kejadian osteoporosis yang mengancam terutama wanita.

Semua manusia di dunia pasti akan menjadi tua baik pria maupun wanita.Proses penuaan telah terjadi sejak manusia dilahirkan ke dunia dan terus menerus terjadi sepanjang kehidupannya. Khususnya pada wanita, proses ini mempunyai dampak tersendiri berkaitan dengan proses siklik haid setiap bulannya yang mulaiu terganggu dan akhirnya menghilang sama sekali.
Terganggunya atau sampai hilangnya proses haid (menopause dan pasca menopause) disebabkan penurunana dan hilangnya hormon estrogen. Ini adalah hal yang normal dan alamiah. Namun, penerimaannnya berbeda-beda diantara wanita.
Dengan turunnya kadar hormon estrogen maka proses osteoblas (pembentukan tulang) terhambat dan dua hormon yang berperan dalam proses ini yaitu D, PTH pun turun sehingga dimulai hilangnya kadar mineral tulang.
Apabila hal ini terus berlanjut dan akibat kelanjutan harapan hidup masih akan mencapai keadaan osteoporosis yaitu kondisi dimana massa tulang demikian rendah sehingga tulang mudah patah. Diketahui 85% wanita menderita osteoporosis yang terjadi sekitar 10 tahun setelah menopause, atau 8 tahun setelah pengangkatan kedua ovarium.

Jadi, para wanita perlu lebih waspada akan ancaman penyakit osteoporosis dibandingkan pria. Karena penyakit ini baru muncul setelah usia lanjut, wanita muda harus sadar dan segera melakukan tindakan pencegahan sebagai berikut, antara lain:

1. Asupan kalsium cukup
Mempertahankan atau meningkatkan kepadatan tulang dapat dilakukan dengan mengkonsumsi kalsium yang cukup. Minum 2 gelas susu dan tambahan vitamin D setiap hari, bisa meningkatkan kepadatan tulang pada wanita setengah baya yang sebelumnya tidak mendapatkan cukup kalsium.
Sebaiknya konsumsi kalsium setiap hari. Dosis harian yang dianjurkan untuk usia produktif adalah 1000 mg kalsium per hari, sedangkan untuk usia lansia dianjurkan 1200 mg per hari.
Mengkonsumsi kalsium dalam jumlah yang cukup sangat efektif, terutama sebelum tercapainya kepadatan tulang maksimal (sekitar umur 30 tahun). Pilihlah makanan sehari-hari yang kaya kalsium seperti ikan teri, brokoli, tempe, tahu, keju dan kacang-kacangan.

2. Paparan sinar UV B matahari (pagi dan sore)
Sinar matahari terutama UVB membantu tubuh menghasilkan vitamin D yang dibutuhkan oleh tubuh dalam pembentukan massa tulang. Untungnya, Indonesia beriklim tropis sehingga sinar matahari berlimpah. Berjemurlah di bawah sinar matahari selama 30 menit pada pagi hari sebelum jam 09.00 dan sore hari sesudah jam 16.00.

3. Melakukan olah raga dengan beban
Selain olahraga menggunakan alat beban, berat badan sendiri juga dapat berfungsi sebagai beban yang dapat meningkatkan kepadatan tulang. Olah raga beban misalnya berjalan dan menaiki tangga tetapi berenang tidak meningkatkan kepadatan tulang.
Dr. Ade Tobing, Sp.KO kini mengenalkan yang disebut latihan jasmani yang baik, benar, terukur dan teratur (BBTT). Latihan BBTT ternyata terbukti bermanfaat dalam memelihara dan meningkatkan massa tulang. Oleh sebab itu, latihan fisik (BBTT) dapat dilakukan untuk mencegah dan mengobati penyakit osteoporosis.

4. Gaya hidup sehat
Tidak ada kata terlambat untuk melakukan gaya hidup sehat. Menghindari rokok dan alkohol memberikan efek yang signifikan dalam menurunkan risiko osteoporosis. Konsumsi kopi, minuman bersoda, dan daging merah pun dilakukan secara bijak.

5. Hindari obat-obatan tertentu
Hindari obat-obatan golongan kortikosteroid. Umumnya steroid ini diberikan untuk penyakit asma, lupus, keganasan. Waspadalah penggunaan obat antikejang. Jika tidak ada obat lain, maka obat-obatan tersebut dapat dikonsumsi dengan dipantau oleh dokter.

6. Mengkonsumsi obat (untuk beberapa orang tertentu)
- Estrogen membantu mempertahankan kepadatan tulang pada wanita dan sering diminum bersamaan dengan progesteron. Terapi sulih estrogen paling efektif dimulai dalam 4-6 tahun setelah menopause; tetapi jika baru dimulai lebih dari 6 tahun setelah menopause, masih bisa memperlambat kerapuhan tulang mengurangi resiko patah tulang.
- Raloksifen merupakan obat menyerupai estrogen yang baru, yang mungkin kurang efektif daripada estrogen dalam mencegah kerapuhan tulang, tetapi tidak memiliki efek terhadap payudara atau rahim.

Untuk mencegah osteroporosis, bisfosfonat (contohnya alendronat), bisa digunakan sendiri atau bersamaan dengan terapi sulih hormon.

OSTEOPOROSIS








Osteoporosis adalah kondisi dimana tulang menjadi rapuh dan mudah retak karena kekurangan Kalsium
Daerah yang paling sering mengalami keretakan tulang akibat kekurangan kalsium adalah : tulang belakang, tulang pinggul, dan lengan bawah. Dengan selalu menjaga jumlah Kalsium yang cukup dapat menghindarkan orang dari resiko rapuh tulang dan retak tulang akibat osteoporosis.

Cara yang paling efektif dalam memanfaatkan Kalsium adalah dengan mengkonsumsi “jumlah Kalsium yang sesuai dengan yang dianjurkan.”

- Konsumsi Kalsium yang disarankan o;eh US RDA untuk orang muda yang sedang mengalami masa pertumbuhan adalah 1500 mg per hari, yaitu 50% lebih tinggi dari kebutuhan golongan usia lain yang hanya 800 mg per hari.
Orang muda yang sedang mengalami masa pertumbuhan membutuhkan lebih banyak kalsium daripada golongan usia lain karena tulang mereka sedang tumbuh.

Kebutuhan Kalsium per hari
Untuk anak2, remaja, dewasa muda

Lahir sampai umur 6 bln adalah 360 (mg/hari)
umur 6 bln sampai umur 1 thn adalah 540 (mg/hari)
umur 1 thn sampai 10 thn adalah 800 (mg/hari)
umur 10 thn sampai 18 thn adalah 1500(mg/hari)

Untuk wanita hamil dan menyusui

< 19 thn 2300 (mg/hari)
> 19 thn 1900 (mg/hari)

Kebutuhan Kalsium per hari
Untuk orang dewasa

Wanita dewasa 1500(mg/hari)
Pria dewasa 1000(mg/hari)

Tiga (3) peran utama Kalsium bagi tubuh :
1. Perlindungan terhadap osteoporosis (untuk anak2, remaja, sampai dewasa muda baik wanita maupun pria)
Tujuannya : Kalsium digunakan untuk membangun massa tulang sampai mencapai kepadatan yang maksimum.
2. Pencegahan terhadap osteoporosis; (untuk wanita dan pria dewasa)
Tujuannya : Kalsium untuk mempertahankan keutuhan tulang dan mencegah terjadinya kerapuhan.
3. Pengobatan terhadap osteoporosis (untuk orang tua)
Tujuannya : Kalsium sebagai zat dasar untuk pengobatan osteoporosis.

TES MUDAH MENGENALI ANEMIA






Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut untuk menentukan apakah anda harus berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter.

1. Apakah makanan anda sehari-hari paling tidak mengandung 3 dari makanan-makanan berikut ?
- Hati - Kacang sayur
- Kuning telur - Kacang polong
- Ikan - Kacang bijian
- Buah segar - Daging ayam / sapi
- Yogurt
Para ahli gizi menganjurkan agar makanan anda mengandung makanan yang kaya akan zat besi dan mengandung banyak vitamin C (misalnya : yogurt dan buah-buahan) untuk membantu penyerapan zat besi oleh tubuh anda.

2. Secara umum, apakah anda :
- Sering lesu
- Lemah
- Sering pusing
- Pandangan mata kabur
- Sering lalai
Setiap gejala tersebut diatas menunjukkan bahwa ada penurunan dalam jumlah besar dari kemampuan tubuh anda memproduksi energy. Dan ini disebabkan oleh berkurangnya jumlah darah yang menyalurkan oksigen ke otak dan jaringan tubuh yang lain.

3. Perhatikan wajah anda di cermin.
- Apakah bibir dan pipi anda berseri sehat? ataukah tampak pucat?
- Apakah kelopak mata anda terlihat merah cerah ? ataukah tampak pucat ?
Penampilan yang kepucat-pucatan biasanya menunjukkan adanya gejala anemia atau kurang darah.

Jika makanan anda sehari-hari tidak mengandung sekurang-kurangnya 3 dari yang disebut di pertanyaan 1, dan terdapat gejala-gejala yang disebutkan di pertanyaan no 2, serta bibir, pipi, dan kelopak mata anda terlihat pucat, maka sebaiknya anda segera berkonsultasi dengan dokter anda untuk memastikan apakah anda menderita anemia atau tidak.

ENAK MANA..? SEKOLAH APA BEKERJA





Belakangan ini sering muncul iklan yang meminta kita untuk memilih dapat gelar dari sekolah dulu, apa dapat kerjaan lebih dulu..? aqu jadi teringat dech ama cerita dari paman yang tinggal di daerah terpencil di luar pulau.
Sudah menjadi rahasia umum, kalo seorang siswa bolos sekolah lantas menitipkan tanda tangannya untuk mengisi absensi kepada teman dekatnya. Sebaliknya mereka yang beretika baik akan mengirim surat permohonan izin, atau kalo sakit tentu akan mengirimkan surat izin cuti dari dokter..
Lain siswa tentu lain pula cara untuk menggantikan absensinya di sekolah. Yang dilakukan murid ini, Tukijan, disebuah SMA di daerah terpencil agak unik. Selama berhari-hari tidak masuk sekolah, yang datang menggantikan posisinya di bangku kelas justru ibunya. Lengkap dengan peralatan sekolah, buku dan alat-alat tulis. Hanya saja ibunya tidak mengenakan seragam sekolah.
Tentu saja kehadiran seorang embok di kelas sangat menggelikan dan menjadi perhatian teman-teman Tukijan.. ketika ditanya mengapa Tukijan tidak masuk sekolah, sang ibu hanya menjawab bahwa anaknya baik-baik saja, tapi ia memang harus menggantikan posisi anaknya sebagai murid.
Karena peraturan sekolah tak memperbolehkan adanya pergantian murid, maka kepala sekolah meminta agar ibu Tukijan tidak usah sekolah. Sebagai gantinya, sekolah meminta agar Tukijan masuk kembali. Namun setelah ditunggu hamper seminggu, Tukijan tidak pernah nongol lagi di sekolah.
Karena itu Wali kelas dan guru BP (Bimbingan dan Penyuluhan), diutus kepala sekolah untuk mengunjungi rumah orang tua Tukijan yang terletak di desa terpencil tersebut. Akhirnya teka-teki semua ini terkuak setelah Tukijan mau membuka mulut, menceritakan duduk perkaranya. Ia mengaku, selama ini terus menerus dimarahi orang tuanya karena prestasi belajarnya buruk. Yang membuat hatinya tambah pedih, orang tuanya selalu mengumpat, “masak, hanya belajar saja kok tidak bisa jadi pintar. Padahal belajar itu khan lebih mudah daripada tugas orang tua yang bekerja mencari duit.”
Lantaran sakit hati, Tukijan pun menawarkan solusi unuk. Sejak saat itu orang tua Tukijan mengambil alih tugas anaknya sebagai murid, yang katanya lebih mudah. Sementara Tukijan menerima tugas sebagai pencari uang, yang dianggap lebih berat.. tukar profesi itulah yang terjadi antara anak dan ibu. Setiap pagi Tukijan bersih-bersih rumah, berkebun, dan berjualan di pasar menggantikan ibunya. Sebagai anak muda, tugas ini tak sulit bagi Tukijan. Sebaliknya, ibunya yang buta huruf tetap saja tak bisa baca tulis, apalagi matematika atau bahasa inggris.
Gimana…..? mau mencoba …….

2008-08-19

SUSU KEDELAI TERNYATA LEBIH DIBANDING SUSU SAPI





Kacang kedelai sudah dikenal dan dijadikan sebagai sumber protein sejak lama. Kacang kedelai terkenal dengan nilai gizinya yang kaya. Didalam kacang kedelai terdapat protein lengkap dan merupakan salah satu makanan yang mengandung 8 asam amino penting dan diperlukan oleh tubuh manusia.
Tidak seperti makanan lainnya yang mengandung lemak jenuh dan tidak dapat dicerna yang terdapat pada sebagian besar makanan hewan, kacang kedelai tidak mengandung kolesterol, mempunyai rasio kalori yang rendah dibandingkan protein dan bertindak sebagai makanan yang tidak menggemukkan bagi penderita obesitas. Kacang kedelai juga mengandung kalsium, besi, potassium, dan phosphorus. Kacang kedelai juga kaya akan vitamin B kompleks dan merupakan salah satu yang mengandung protein tinggi, Makanan berkalsium tinggi yang ada dipasaran, kacang kedelai juga unik karena bebes dari racub kimia. Sedangkan tissue lemak hewan diketahui mengandung 20 kali lipat baja berat, racun serangga, dan racun tanaman dibandingkan yang terdapat pada tanaman kacang-kacangan.
Bahan yang terkandung di dalam kedelai dapat mengurangi resiko tekanan darah tinggi dan kolesterol yang menjadi pemicu utama serangan jantung dan stroke. Kacang kedelai mengandung isoplavones yang struktur dan fungsinya sama dengan hormone oestrogen didalam tubuh manusia. Wanita yang menkonsumsi kacang kedelai akan terkurangi terhadap resiko kanker payudara. Di Jepang isoplavones juga sangat dikenal untuk mengurangi resiko kanker prostat.

Perbandingan secara umum susu sapi dengan susu kedelai
SUSU SAPI :
- Mengandung kolesterol
- Mengandung protein kurang dari yang terdapat dalam telur, daging, ikan dan keju.
- Diduga mengandung cukup kalsium. Menyediakan kalsium, tetapi dapat mencegah kehinganan kalsium atau tidak cukup mencegah osteoporosis secara maksimal.
- Cocok untuk anak-anak dan bayi normal.
- Tidak mengandung isoplavones
- Tidak mengandung phytoestrogen
- Tidak mengandung lesitin
- Tidak mengandung saponin yang hanya terdapat pada diet vegetarian

SUSU KEDELAI:
- Tidak mengandung kolesterol
- Mengandung protein 11 kali lebih tinggi, lebih banyak 3 kali disbanding telur dan 1 ½ keju.
- Mengandung protein sayuran/ nabati; protein nabati yang sangat lengkap sangat diperlukan oleh tubuh.
- Mengandung kalsium 3 kali lipat. Mengandung kalsium yang lebih tinggi dan mempertahankan kadar kalsium untuk mencegah pengeroposan tulang/ osteoporosis.
- Cocok untuk anak-anak dan bayi normal juga bagi mereka yang tidak cocok/ alergi dengan susu sapi
- Mengandung isoplavones
- Mengandung phytoestrogen alami
- Mengandung lesitin
- Mengandung saponin

Beberapa manfaat zat yang terdapat pada kedelai :
1. Protein tumbuhan; kacang kedelai mengandung protein sebanyak 38%, karbohidrat 15%, vitamin B dan D, dan juga mineral.
Protein didalam tubuh berfungsi sebagai zat yang negatur metabolism, dan memperbaiki sel tubh yang rusak. Pada anak-anak protein juga sangat diperlukan untuk pertumbuhan otak dan perkembangan tubuhnya.
2. Isoplavones; sejenis phytonutrien yang strukturnya sama dengan strukyut estrogen
Bermanfaat untuk :
o Melawan kanker terutama kanker prostat, payudara, uterus, dan usus
o Mengurangi kolesterol
o Meningkatkan HDL dan mengurangi LDL
o Mengurangi gejala menopause
3. Bahan mineral; Kalsium, Magnesium, zat besi, Potasium, Fosforus, selenium, dan zink
Kalsium membantu kita meningkatkan kekuatan tulang serta dapat mencegah osteoporosis. Sedangkan selenium sebagai antioksidant dapat membantu mengoksidasi lemak dalam tubuh.
4. Lesitin; berguna untuk
o Menurunkan LDL
o Mengurangi resiko serangan jantung dan tekanan darah tinggi
o Menguatkan sel tubuh
o Membantu perkembangan sel otak
5. Saponin;
Zat ini berfungsi mengurangi pengumpulan radikal bebas yang menyebabkan resiko kanker.

Jadi gak ada salahnya khan kalo mulai sekarag kita menkonsumsi susu kedelai agar tubuh kita selalu sehat ?
Produk susu kedelai yang terkenal sekarang ini dan banyak dikonsumsi adalah MDL 525 dan Melilea
Kalo anda berniat bisa menghubungi :
email : Myujis.Adhikta@Gmail.com
atau telp.: 081931557400 (Myujis)